Tawar Hati

Apakah yang seharusnya kita perbuat apabila kita merasa tawar hati? Ungkapkan perasaan anda secara jujur kepada Allah. Ada dalam Alkitab,”Sampai kapan Kaulupakan aku ya TUHAN? Sampai kapan Engkau bersembunyi daripadaku? Sampai kapan aku harus menanggung susah, dan bersedih hati sepanjang hari? Sampai kapan aku dikuasai musuh” (Mazmur 13:2-3, BIS). Allah telah menjanjikan kekuatan apabila kita membutuhkannya. Ada dalam Alkitab,”Semoga dengan kuasa dari Allah yang agung, kalian dikuatkan sehingga kalian sanggup menderita segala sesuatu dengan sabar dan senang hati dan dengan ucapan terima kasih kepada Bapa. Sebab Bapa itulah yang membuat kalian layak menerima apa yang disediakan Allah bagi umat-Nya di dalam kerajaan-Nya yang terang” (Kolose 1:11-12, BIS).

Menyerah atau tawar hati seringkali menyebabkan kita kehilangan perkara terbaik yang ditawarkan Allah kepada kita. Ada dalam Alkitab,”Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami” (2 Korintus 4:16-17).

Apabila hati kita menghukum kita, kita seharusnya jangan menyerah atau tawar hati. Ada dalam Alkitab,”Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu” (1 Yohanes 3:19, 20).

*BIS = Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari